IHSG rekor lagi, sektor tambang masih jadi pendorong bursa

Terus bergerak di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik ke zona hijau. Senin (29/1), IHSG IHSG menguat 20 poin atau 0,30% ke rekor tertinggi baru, 6.680,62. Anjloknya sektor infrastruktur hingga 1,34% tak menghalagi indeks mencetak rekor.

Pasalnya, tiga sektor melonjak lebih dari 1% pada perdagangan awal pekan ini. BACA JUGA Kinerja emiten menjadi bensin IHSG IHSG mencoba perbarui rekor pagi ini IHSG diproyeksikan konsolidasi hari ini Telah naik tinggi, laju IHSG diprediksi tak lagi kencang Sektor tambang masih kuat melaju hingga 2,56%.

Sektor perkebunan menguat 1,75%. Sektor konstruksi melonjak 1,69%. Sektor perdagangan menguat 0,87%. Sektor industri dasar naik 0,25%. Sektor keuangan meningkat 0,16%. Sektor manufaktur naik 0,11% dan sektor barang konsumer naik tipis 0,03%. Rekor IHSG hari ini ditopang oleh volume transaksi 12,57 miliar saham. Sedangkan nilai transaksi mencapai Rp 10,99 triliun. Sebanyak 224 saham menguat, 147 saham melemah, dan 115 saham bergerak mendatar.

Berikut top gainers pada indeks

LQ45:

- PT Global Mediacom Tbk (BMTR) 7,46%

- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 5,85%

- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) 5,63%

Sedangkan top losers terdiri dari:

- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 5,32% 

- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) -3,45%

- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) -2,43%

Investor asing mencetak net sell Rp 300,38 miliar di pasar reguler dan total Rp 399,9 miliar di seluruh pasar. Saham dengan penjualan bersih asing terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 192,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 171,7 miliar, dan PGAS Rp 137,8 miliar. Sedangkan saham-saham dengan pembelian bersih asing terbesar adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 211,7 miliar, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 87,5 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 26,3 miliar.

Informasi Terkait

IHSG rekor lagi, sektor tambang masih jadi pendorong bursa
NEX-R™️
Back to Top